Daftar Visa on Arrival Khusus Wisata Bertambah Jadi 60 Negara

Pemerintah kembali memperluas kebijakan pemberian Bebas Visa Kunjungan serta Visa Kunjungan Saat Kedatangan atau Visa on Arrival khusus wisata (BVKKW/VKSKKW). Subjek Visa Kunjungan Saat Kedatangan Khusus Wisata (VKSKKW), bertambah menjadi 60 negara.

Warga dari 60 negara tersebut bisa masuk ke Indonesia melalui sembilan bandar udara (bandara), 11 pelabuhan laut, dan empat Pos Lintas Batas. Hal ini diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0584.GR.01.01 Tahun 2022 tanggal 27 April 2022 mengenai Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Imigrasi juga menambah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang melayani visa on arrival. “Untuk bandara ada penambahan Zainuddin Abdul Majid di Nusa Tenggara Barat dan Hang Nadim di Kepulauan Riau. Pelabuhan Benoa di Bali, Dumai di Pekanbaru, serta Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau saat ini juga sudah bisa dilengkapi fasilitasi visa on arrival,” terang Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh, mengutip laman resmi Ditjen Imigrasi.

Tdak ada penambahan dalam negara yang menjadi subjek Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata (BVKKW). Kebijakan baru ini mulai berlaku sejak 28 April 2022. Dengan demikian, Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI- 0549.GR.01.01 tanggal 5 April 2022 perihal yang sama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Untuk mendapatkan BVKKW atau VKSKKW, turis asing atau warga negara asing (WNA) harus menunjukkan paspor yang sah dan masih berlaku paling singkat enam bulan. Selain itu, mereka harus menunjukkan tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain.

Turis asing juga harus menyertakan bukti pembayaran Visa on Arrival (untuk VKSKW), dan bukti kepemilikan asuransi di perusahaan asuransi berbadan hukum Indonesia yang mencakup pembiayaan kesehatan selama dia berada di wilayah Indonesia.