Kemenparekraf Jawab Isu Monopoli Bisnis Terkait Naiknya Tiket Masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar Jadi Rp3,75 Juta

Isu monopoli bisnis bergulir di tengah penolakan keras naiknya tarif tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni jadi Rp3,75 juta per tahun per pengunjung. Terkait ini, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu, pun angkat bicara.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

“Terkait isu monopoli (bisnis), dalam seminggu ini kami sudah lakukan dialog sesuai arahan mas menteri (Sandiaga Uno), membuka dialog dengan pelaku parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif) di Labuan Bajo. Sudah dua kali pada 4 dan 8 (Agustus 2022), dan saat itu dijelaskan sejelas-jelasnya bagaimana semua skema pengelolaan nanti,” katanya dalam weekly press briefing, Senin (8/8/2022).

“Terkait (isu) monopoli (bisnis) itu hanyalah berita-berita yang ada di ujungnya,” ia menyambung. “Jadi, saat mendengar penjelasan komprehensif dari (pemerintah) provinsi (NTT) dan PT Flobamora, akhirnya ketahuan dan semua lihat memang ini ada keterlibatan masyarakat dan stakeholders untuk sama-sama mengelola pariwisata Labuan Bajo, khususnya Taman Nasional Komodo.”

Baca Juga :
Jasa Pbn
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas

VJ, sapaan akrabnya, juga mengklaim, “kondisi di Labuan Bajo sudah kondusif” sejak 2 Agustus 2022. “Teman-teman yang tadinya mau demo, mogok, akhirnya sepakat untuk mendukung konservasi,” katanya. “Berita-berita di luar sana (menyebabkan) miskomunikasi dan misinformasi.”

Ia memaparkan tiga poin utama hasil rapat dengan pelaku parekraf di Labuan Bajo pada Senin siang (8/8/2022), waktu setempat. Pertama, pemprov NTT dan pihak Taman Nasional Komodo memberi dispensasi tarif baru Pulau Komodo dan Pulau Padar hingga akhir 2022, sehingga kenaikan baru berlaku 1 Januari 2023.