blog-image

Klitih Yogyakarta, Wisatawan Harus Waspada Saat Melewati Kawasan Ini

Salah satu aktivitas wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta adalah berwisata dengan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Cukup sewa kendaraan bermotor di suatu tempat tujuan wisata. Selama ANDA memiliki SIM dan menyetujui biaya sewa, kendaraan dapat dibawa berkeliling untuk jangka waktu tertentu.

Pada umumnya wisatawan memilih sepeda motor untuk berkendara di jalanan di Yogyakarta. Anda akan menempuh perjalanan di sekitar Jalan Malioboro hingga Jalan Yogyakarta – Parangtritis pada sore atau malam hari. Namun, rentetan kejahatan di jalan raya atau klitih yang akhir-akhir ini muncul kembali di Yogyakarta memaksa wisatawan untuk ekstra waspada, terutama saat berkendara sekitar tengah malam atau dini hari.

“Hindari jalan dengan penerangan minim, sepi atau jauh dari aktivitas ramai pada tengah malam atau dini hari karena rawan kejahatan,” kata Jogja April kepada Police Watch atau siswa SMA pada dini hari 4 April 2022 yang tewas.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Gedongkuning atau timur Yogyakarta, tidak jauh dari kawasan wisata Gembira Loka Zoo dan kawasan wisata Kota Gede. Menurut Kamba, ada beberapa poin penting lainnya yang perlu diperhatikan. Tempat-tempat ini tidak jauh dari bagian timur Yogyakarta, tempat kejadian Klitih.

Dekat Jalan Gedongkuning, Jalan Veteran dan Gambiran tempat kejadian (klitih) itu,” katanya. Menurutnya, kejahatan jalanan juga bisa terjadi karena jalur jalan yang cukup panjang dan banyak gang di sekitar jalan yang bisa digunakan untuk melarikan diri. “Daerah ini juga sepi dan jauh dari kantor polisi.”

Kamba dengan mudah pindah ke pusat Kota Yogyakarta dan mengingat kejadian pada pertengahan tahun 2021, sehingga seorang pemuda ditikam dengan arit oleh sekelompok pengendara sepeda motor. Peristiwa itu terjadi di Jalan Cendana, kawasan Semaki, dekat Stadion Mandala Krida.

Daerah dari Jalan Kusumanegara, Jalan Kapas, Jalan Cendana, Jalan Gayam hingga Timoho juga rawan Klith,” katanya. Pasalnya, di sana banyak percabangan jalan, meski penerangannya mungkin memadai. Sebelah Barat Yogyakarta, sekitar Jalan Parangtritis, MT Haryono di kawasan Jalan Mantrijeron, serta Jalan Kapten Piere Tendean, Pakuncen, RE Martadinata Wirobrajan, juga ada Klitih.

Di Kabupaten Sleman, kejahatan lalu lintas terjadi di kawasan bypass utara, Jalan Adisutjipto (Jalan Solo – Yogya), Jalan Kaliurang dan jalur Tempel-Sayegan. Di Kabupaten Bantul bernama Kamba Klitih hotspot seperti Jalan Imogiri – Panggang.

Klitih biasanya dilakukan oleh sekelompok pengendara sepeda motor yang masih berusia remaja. Mereka membawa senjata tajam dan membidik secara acak siapa pun yang mereka targetkan. Kelompok Klitih juga sering sengaja mencari atau memprovokasi kerusuhan sebagai dalih untuk menyerang,” kata Kamba.

Misalkan ada kelompok yang mengemudi sembarangan di jalanan atau mengumpat. Menatap atau memelototi pengendara sepeda motor dari kelompok yang berbeda juga bisa meniru perseteruan. Tidak jarang klitih terjadi di Yogyakarta tanpa alasan yang jelas.